TOKOH DAN PENOKOHAN DALAM NASKAH MEGA-MEGA KARYA ARIFIN C. NOER DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARABAHASA INDONESIA DI SMA

is, wanto (2020) TOKOH DAN PENOKOHAN DALAM NASKAH MEGA-MEGA KARYA ARIFIN C. NOER DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARABAHASA INDONESIA DI SMA. Skripsi thesis, universitas pancasakti tegal.

[img] Text
Skripsi 2020.pdf

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK Iswanto, 2020. Tokoh dan Penokohan dalam naskah Mega-mega Karya Arifin C. Noer dan Implikasinya dalam pembelajara bahasa Indonesia di SMA. Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan. Universitas Pancasakti Tegal. Pembimbing I : Leli Triana, S.S., M.Pd. Pembimbing II : Vita Ika Sari, M.Pd. Kata Kunci : Tokoh dan Penokohan, Mega-mega karya Arifin C. Noer, pembelajaran Bahasa Indonesia Penelitian ini bertujuan mengkaji tentang tokoh dan penokohan yang ada dalam naskah Mega-mega Karya Arifin C. Noer. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan watak dan karakter tokoh yang terlibat dalam naskah naskah Mega-mega Karya Arifin C. Noer. (2) Mendeskripsikan implikasi hasil penelitian dalam peembelajaran sastra di SMA.. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan menggunakan metode analisis deskriptif. Objek Penelitian ini adalah tokoh yang terlibat dan karakter tokoh yang terlibat dalam naskah Mega-mega Karya Arifin C. Noer. Sumber data penelitian ini adalah naskah Mega-mega Karya Arifin C. Noer. Wujud data penelitian ini adalah dialog dari setiap tokoh yang ada dalam naskah. Penyedian data yang digunakan dengaan memanfaatkan sumber tertulis untuk memperoleh data. Teknik analisis data dangan menyajikan dalam bentuk kata-kata untuk memperjelas kajian. Hasil penelitian ini meliputi tokoh sentral yaitu Mae dan lima tokoh tambahan yaitu Retno, Panut, Hamung, Koyal dan Tukijan. Penokohan menggunakan teknik ekspositori dan teknik dramatik ditemukan hasil : (1) Mae, digambarkan sebagai karakter janda tua, kesepian, penunggang kuda, bijaksana, tanggung jawab dan penyayang, (2) Retno, digambarkan sebagai karakter janda muda, cantik, wanita tuna susila, kasar (3) Hamung, digambarkan sebagai karakter laki-laki pincang, kasar, perokok, suka memaki, oportunis. (4) Panut, digambarkan sebagai karakter, pencopet, nakal dan pemalas. (5) Koyal, digambarkan sebagai laki-laki dekil, pengemis, permain suling, urang waras dan rakus. (6) Tukiijan, digambarkan sebagai karakter laki-laki berpendirian, menyukai Retno memiliki, keras dan kasar. Hasil penelitian ini relevan untuk diajarkan sebagai materi pelajaran Bahasa Indonesia di SMA, pada kelas XI kurikulum 2013 yaitu KD 4.18 mempertunjukan salah satu tokoh dalam drama yang dibaca atau ditonton secara lisan. Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti memberikan saran kepada pembaca agar lebih memahami tentang tokoh dalam naskah drama dan bagi pengajar supaya dapat menemukan naskah yang tepat dengan kelas yang diajar.

Item Type: Karya Ilmiah (Skripsi)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: iswanto is wanto
Date Deposited: 14 Feb 2020 04:40
Last Modified: 14 Feb 2020 04:40
URI: http://repository.upstegal.ac.id/id/eprint/1003

Actions (login required)

View Item View Item