KEKUATAN BUKTI VISUM ET REPERTUM DALAM PEMERIKSAAN TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN DI WILAYAH HUKUM POLSEK TEGAL TIMUR

Priatna, Affan (2020) KEKUATAN BUKTI VISUM ET REPERTUM DALAM PEMERIKSAAN TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN DI WILAYAH HUKUM POLSEK TEGAL TIMUR. Skripsi thesis, Universitas Pancasakti Tegal.

[img] Text
Affan Priatna.pdf

Download (909kB)

Abstract

ABSTRAK Priatna, Affan. Kekuatan Bukti Visum Et Repertum dalam Pemeriksaan Tindak Pidana Penganiayaan di Wilayah Hukum Polsek Tegal Timur. Skripsi. Tegal: Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum, Universitas Pancasakti Tegal. 2019. Keberanian diperlukan bagi korban penganiayaan untuk melaporkan kejadian yang menimpanya kepada polisi. Apabila korban mengadukan kepada polisi bahwa terjadi tindak pidana penganiayaan maka, kasusnya dapat terbuka dan dapat dilakukan proses pemeriksaan untuk memperoleh keadilan atas apa yang menimpanya. Bantuan ahli sangat diperlukan dalam mencari kebenaran materiil yaitu visum et repertum. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui peran visum et repertum sebagai alat bukti pemeriksaan tindak pidana penganiayaan di wilayah hukum Polsek Tegal Timur, (2) Untuk mengetahui kekuatan pembuktian visum et repertum dalam pemeriksaan tindak pidana penganiayaan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan penelitian hukum yuridis normatif. Sumber data utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan metode pengumpulan data studi kepustakaan dan dokumen. Metode analisis data yang digunakan adalah metode kualitatif dianalisa secara normatif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Peranan visum et repertum sebagai alat bukti dalam pemeriksaan tindak pidana penganiayaan di wilayah hukum Polsek Tegal Timur yaitu membantu penyidikan guna mengungkapkan suatu perkara pidana dan bagi seorang Penuntut Umum dalam mebuat surat dakwaannya seperti dalam kasus yang diteliti oleh penulis bahwa dengan adanya visum et repertum dapat membantu dalam membuktikan kebenaran unsur ketiga: menyebabkan luka dan keempat: merusak kesahatan orang lain dalam tuntutan Penuntut Umum, begitupun dalam dakwaannya. 2) Kekuatan pembuktian visum et repertum dalam pemeriksaan tindak pidana penganiayaan adalah merupakan alat bukti yang tidak sempurna dan bebas. Tidak sempurna, artinya masih memerlukan alat bukti lain untuk menopangnya, guna ditemukannya kebenaran materiil. Sedangkan bebas, artinya visum et repertum sebagai suatu alat bukti tidak mengikat hakim. Dengan kata lain hakim dapat mengambilnya juga bisa menolaknya. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan akan menjadi bahan informasi dan masukan bagi mahasiswa, akademisi, praktisi, dan semua pihak yang membutuhkan di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Pancasakti Tegal. Kata Kunci: Kekuatan Bukti, Visum Et Repertum, Tindak Pidana Penganiayaan. =============================================================================================================== ABSTRACT Priatna, Affan. Strength of Evidence of Visum Et Repertum in the Investigation of Criminal Acts in the Legal Area of East Tegal Police Station. Skripsi. Tegal: Law Faculty Faculty of Law Study Program, Tegal Pancasakti University. 2019. Courage is needed for victims of persecution to report what happened to the police. If the victim complains to the police that a criminal act of mistreatment occurs, the case can be opened and an examination process can be carried out to obtain justice for what happened to him. Expert assistance is needed in finding material truth, namely visum et repertum. This study aims: (1) To find out the role of visum et repertum as evidence of examination of criminal acts of persecution in the area of East Tegal Police Station, (2) To determine the strength of proof of visum et repertum in examining criminal acts of persecution. The type of research used is library research with a normative juridical legal research approach. The main data source used in this research is secondary data with the method of collecting literature and document study data. Data analysis method used is a qualitative method that is analyzed normatively qualitatively. The results of this study indicate: 1) The role of visum et repertum as evidence in the examination of criminal acts of persecution in the area of East Tegal Police Station that is assisting the investigation to reveal a criminal case and for a Public Prosecutor in making his indictment as in the case examined by the author that the presence of visum et repertum can help prove the truth of the third element: causing injury and fourth: damaging the well-being of others in the demands of the Public Prosecutor, as well as in the indictment. 2) The strength of proof visum et repertum in the examination of criminal acts of persecution is an imperfect and free instrument of evidence. Imperfect, meaning that it still requires other evidence to support it, in order to find material truth. While free, it means that visum et repertum as evidence does not bind the judge. In other words the judge can take it also can reject it. Based on the results of this study are expected to be material information and input for students, academics, practitioners, and all those who need it in the Faculty of Law, University of Pancasakti Tegal. Keywords: Strength of Evidence, Visum Et Repertum, Criminal Acts of Persecution.

Item Type: Karya Ilmiah (Skripsi)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Affan Priatna
Date Deposited: 16 Feb 2020 01:59
Last Modified: 16 Feb 2020 01:59
URI: http://repository.upstegal.ac.id/id/eprint/1132

Actions (login required)

View Item View Item