TINGKAT KEBERHASILAN PERBANDINGAN LEMNA MINOR DAN KANGKUNG AIR (Ipomoea aquatica) SEBAGAI FITOREMEDIAN DALAM PENGELOLAAN LIMBAH CAIR HASIL BUDIDAYA IKAN NILA (Oreochromis niloticus)

Iman Saleh Yulianto, Iman Saleh (2020) TINGKAT KEBERHASILAN PERBANDINGAN LEMNA MINOR DAN KANGKUNG AIR (Ipomoea aquatica) SEBAGAI FITOREMEDIAN DALAM PENGELOLAAN LIMBAH CAIR HASIL BUDIDAYA IKAN NILA (Oreochromis niloticus). Skripsi thesis, Universitas Pancasakti Tegal.

[img] Text
TINGKAT KEBERHASILAN PERBANDINGAN LEMNA MINOR DAN KANGKUNG AIR (Ipomoea aquatica) SEBAGAI FITOREMEDIAN DALAM PENGELOLAAN ~1.pdf

Download (7MB)

Abstract

IMAN SALEH YULIANTO. NPM. 3215500006. Tingkat Keberhasilan Lemna minor dan Kangkung Air (Ipomoea aquatica) sebagai Fitoremedian dalam Pengelolaan Limbah Cair Hasil Budidaya Ikan Nila (Oreochromis niloticus) (Pembimbing : SRI MULATSIH dan MUHAMMAD AL-JABRI) Dengan adanya teknologi budidaya ikan yang dilakukan secara intensif, tingginya padat tebar dan pakan yang digunakan menjadi pendorong menurunnya kualitas air karena timbunan bahan organik dari sisa pakan maupun ekskresi ikan. Salah satu cara atau langkah yang aman dan ramah lingkungan untuk mempertahankan kualitas air hasil budidaya ikan nila ialah dengan sistem fitoremediasi dengan menggunakan tumbuhan air berupa lemna minor dan kangkung air. Lemna minor menyerap Amonium (NH4) dan Nitrat (NO3) melalui bagian akar dan daunnya, kangkung air juga dapat dimanfaatkan sebagai fitoremediasi karena mampu menurunkan pencemaran limbah cair. Dengan menggunakan limbah air merupakan kerjasama antara tumbuhan dan mikroba yang berada pada tumbuhan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas lemna minor dan kangkung air sebagai fitoremedian limbah cair hasil budidaya ikan nila serta mengetahui perbandingan jumlah terbaik antara lemna minor dan kangkung air sebagai fitoremedian dalam mengolah limbah cair hasil budidaya ikan nila. Penelitian ini dilakukan di Desa Kepunduhan, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal dengan skala Laboratorium. Pemeriksaan kualitas air dilakukan dengan mengambil sempel air kemudian diuji di Laboratorium CPP Prima dan Laboratorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pancasakti Tegal. Penelitian ini dilaksankan pada bulan Juni - Juli 2019. Alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain : Botol sampel, aquatic test kit, timbangan elektrik, corong imhoff sedimentasi 1000 ml/L, pH meter, penggaris, thermometer air raksa, tisu, alat tulis, sterofom. Bahan yang digunakan antara lain : Lemna minor, kangkung air, dan limbah cair hasil budidaya ikan nila. Perlakuan yang diberikan merupakan kombinasi dari tiga tingkat kepadatan lemna minor (50%, 75%, dan 100%) dan tiga tingkat kepadatan kangkung air (6, 8, dan 10 tangkai). Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan metode kombinasi pada penurunan total suspended solid (TSS) berpengaruh dan semakin meningkat dalam setiap wadah uji dengan efisiensi mencapai 35,81% - 62,33%. Penyerapan total suspended solid (TSS) terbaik dengan kepadatan lemna minor 75% dan kangkung air (Ipomoea aquatica) 10 tangkai. Kata Kunci : Lemna minor, Kangkung air, Fitoremediasi, Limbah, Budidaya.

Item Type: Karya Ilmiah (Skripsi)
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Depositing User: repository administrator
Date Deposited: 18 Feb 2020 06:26
Last Modified: 18 Feb 2020 06:26
URI: http://repository.upstegal.ac.id/id/eprint/1271

Actions (login required)

View Item View Item