IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR UTAMA YANG BERPENGARUH PADA EFISIENSI USAHA TANI BAWANG MERAH DI DESA SISALAM KECAMATAN WANASARI KABUPATEN BREBES

  • Drs. Gunistiyo, M.Si.

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keuntungan usaha
tani bawang merah di Desa Sisalam Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes, untuk
mengetahui batas produksi bawang merah minimal pada usaha tani bawang merah di
Desa Sisalam Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes, untuk mengetahui pengaruh
faktor produksi yang terdiri atas lahan, bibit, tenaga kerja, dan pupuk terhadap
produksi bawang merah, untuk mengetahui efisiensi pemakaian faktor produksi yang
terdiri atas lahan, bibit, tenaga kerja, dan pupuk, dan untuk mengetahui mekanisme
pemasaran hasil usaha tani yang lebih efektif dan efisien.
Berdasarkan hasil analisis usaha tani di Desa Sisalam Kecamatan Wanasari
Kabupaten Brebes Tahun 2009 dapat disimpulkan usaha tani bawang merah di Desa
Sisalam Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes menguntungkan. Hal ini ditunjukkan
dengan hasil analisis B/C ratio diperoleh rata-rata yang lebih besar dari 1, yaitu
sebesar 1,52. Berdasarkan analisis break event point dapat diketahui bahwa jumlah
produksi bawang merah selama ini sudah melebihi titik impas, yaitu dengan rata-rata
titik impas sebesar 3.024,10 kg per hektar atau Rp13.608.438,78. Dengan demikian
dapat disimpulkan tingkat produksi bawang merah pada usaha tani bawang merah di
Desa Sisalam Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes sudah melampaui batas
minimal produksi. Berdasarkan hasil analisis regresi linier ganda dapat diketahui
bahwa secara parsial hanya variabel bibit yang berpengaruh signifikan. Meskipun
demikian seara bersama-sama variabel faktor produksi yang terdiri atas tanah, bibit,
tenaga kerja dan pupuk berpengaruh signifikan. Berdasarkan hasil analisis efisiensi
faktor produksi dapat disimpulkan pemakaian faktor produksi yang terdiri atas lahan,
bibit, dan pupuk tidak efisien, sedangkan faktor produksi tenaga kerja belum efisien.
Berdasarkan hasil analisis pemasaran dapat disimpulkan mekanisme pemasaran hasil
usaha tani melalui pedagang di Kecamatan lebih efisien dibandingkan dengan
pengepul desaien.
Section
Articles