"BAHASA JAWA TEGALAN DALAM PERSPEKTIF BUDAYA LITERASI"

Burhan Eko, Purwanto (2018) "BAHASA JAWA TEGALAN DALAM PERSPEKTIF BUDAYA LITERASI". In: Himpunan Makalah Kongres II Bahasa Tegal. Lembaga Pengkajian Pengembangan (LPP) Bahasa Tegal, Tegal, pp. 1-54. ISBN 978-602-51895-2-4 (Submitted)

This is the latest version of this item.

[img] Text
combinepdf.pdf

Download (5MB)
Official URL: http://repository.upstegal.ac.id/

Abstract

“BAHASA JAWA TEGALAN” DALAM PERSPEKTIF BUDAYA LITERASI Oleh Dr. Burhan Eko Purwanto, M.Hum Universitas Pancasakti Tegal 1. Pendahuluan Salah satu ciri bangsa yang cerdas adalah bangsa yang memiliki tingkat keberaksaraan (literacy) dan minat baca yang tinggi. Agama memerintahkan umatnya untuk selalu membaca. Di dalam Islam sangat jelas bahwa membaca menjadi perintah pertama yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Hal ini berarti bahwa tinggi rendahnya minat baca suatu bangsa akan menentukan tinggi rendahnya peradaban bangsa itu di hadapan bangsa lain di dunia. Dunia telah memasuki abad informasi. Ilmu pengetahuan di dunia yang telah dan sedang menumpuk disimpan dalam bahasa tulis atau visual. Jadi, pandai baca-tulis atau keberaksaraan (literacy) diperlukan untuk mengakses, menciptakan, dan memakai ilmu pengetahuan dunia. Tidak dapat membaca atau buta huruf makin terasa merugikan, terutama bagi negara-negara berkembang yang telah memasuki abad informasi ini. Salah satu ciri bangsa yang besar adalah bangsa yang ditandai dengan masyarakatnya yang literat, yang memiliki peradaban tinggi, dan aktif memajukan masyarakat dunia. Keberliterasian dalam konteks ini bukan hanya masalah bagaimana suatu bangsa bebas dari buta aksara, melainkan juga yang lebih penting, bagaimana warga bangsa memiliki kecakapan hidup agar mampu bersaing dan bersanding dengan bangsa lain untuk menciptakan kesejahteraan dunia. Dengan kata lain, bangsa dengan budaya literasi tinggi menunjukkan kemampuan bangsa tersebut berkolaborasi, berpikir kritis, kreatif, komunikatif sehingga dapat memenangi persaingan global. Budaya literasi harus dikembangkan sebagai prasyarat kecakapan hidup abad ke-21 melalui pendidikan yang terintegrasi, mulai dari keluarga, sekolah, sampai dengan masyarakat. Penguasaan enam literasi dasar yang disepakati oleh World Economic Forum pada tahun 2015 menjadi sangat penting tidak hanya bagi peserta didik, tetapi juga bagi orang tua, dan seluruh warga masyarakat. Enam literasi dasar tersebut mencakupi literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, serta literasi budaya dan kewargaan.

Item Type: Book Section
Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
P Language and Literature > PC Romance languages
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: Dr Burhan Eko Purwanto
Date Deposited: 16 Jan 2020 01:45
Last Modified: 16 Jan 2020 01:45
URI: http://repository.upstegal.ac.id/id/eprint/371

Available Versions of this Item

Actions (login required)

View Item View Item