STRUKTUR BAHASA INDONESIA DALAM GAYA BERPIKIR: KAJIAN BERDASARKAN ANCANGAN RETORIKA TEKSTUAL

Burhan Eko, Purwanto (2018) STRUKTUR BAHASA INDONESIA DALAM GAYA BERPIKIR: KAJIAN BERDASARKAN ANCANGAN RETORIKA TEKSTUAL. Other. Pancasakti Press, Indonesia.

This is the latest version of this item.

[img] Text
Ancangan Retorika Tekstual.doc

Download (304kB)

Abstract

Gaya berpikir AA ditemukan paling dominan dalam penelitian ini, dan disusul dengan gaya berpikir SK sebagai dominasi kedua. Hal ini menunjukkan bahwa gaya berpikir mahasiswa Universitas Pancasakti Tegal pada umumnya bergaya pikir AA dan SK. Mahasiswa bergaya pikir AA ini memiliki karakteristik dalam mengatur informasi melalui refleksi, berkembang pesat dalam lingkungan tak terstruktur, serta berorientasi kepada manusia. Dunia ‘nyata’ bagi mahasiswa AA adalah dunia perasaan dan emosi. Pikiran mahasiswa AA menyerap berbagai gagasan, informasi, dan kesan, lalu mengaturnya kembali melalui refleksi. Mereka dapat mengingat dengan baik jika informasinya dibuat menurut selera mereka. Mereka merasa dibatasi ketika ditempatkan di lingkungan yang sangat terstruktur. Dominasi kedua gaya berpikir mahasiswa Universitas Pancasakti Tegal adalah gaya berpikir SK. Mahasiswa bergaya pikir SK memiliki karakteristik mendasarkan dirinya pada realitas. Mereka memproses informasi dengan cara teratur, urut, dan linear. Bagi mahasiswa bergaya pikir ini, realitas adalah apa yang dapat dicerap melalui indra fisik yaitu penglihatan, persentuhan, pengucapan, pengecapan, dan pembauan. Mereka memperhatikan dan mengingat berbagai detail dengan mudah dan mengingat fakta-fakta, informasi spesifik, rumus-rumus, dan berbagai peraturan dengan mudah. Praktik adalah cara belajar yang terbaik bagi mahasiswa bergaya pikir ini. Prinsip-prinsip retorika tekstual pada umumnya belum diterapkan secara optimal dalam pengungkapan pikiran dan perasaan melalui karangan. Prinsip retorika tekstual yang paling tinggi penerapannya dalam pengungkapan pikiran dan perasaan melalui karangan adalah prinsip kejelasan, sedangkan yang paling rendah penerapannya adalah prinsip ekspresivitas. Gaya berpikir yang paling baik dalam penerapan semua prinsip retorika tekstual untuk pengungkapan pikiran dan perasaan melalui karangan adalah gaya berpikir AK. Gaya berpikir ini secara kualitatif menduduki peringkat pertama dalam persentase penerapan semua prinsip retorika tekstual, jika dibandingkan dengan gaya berpikir yang lain. Gaya berpikir yang kurang baik dalam penerapan prinsip-prinsip retorika tekstual untuk pengungkapan pikiran dan perasaan melalui karangan adalah gaya berpikir SK dan SA-AA. Dalam penerapan prinsip prosesibilitas, gaya berpikir AK tergolong baik, sedangkan yang kurang baik adalah gaya berpikir SK dan SA-AA. Gaya berpikir yang lainnya tergolong sedang. Gaya berpikir yang tergolong baik dalam penerapan prinsip kejelasan adalah gaya berpikir AK, AA, dan SK-AA. Tidak ada gaya berpikir yang tergolong kurang baik dalam penerapan prinsip ini. Gaya berpikir yang lainnya tergolong sedang. Dalam penerapan prinsip ekonomi, gaya berpikir AK tergolong baik, sedangkan yang tergolong kurang baik adalah gaya berpikir AA, SK, SA. Gaya berpikir yang tergolong tidak baik adalah gaya berpikir SA-AA. Gaya berpikir yang lainnya, yakni gaya berpikir SK-AA tergolong sedang. Secara kuantitatif, semua jenis gaya berpikir tidak ekspresif dalam pengungkapan pikiran dan perasaan melalui karangan. Namun demikian, secara kualitatif dengan pembandingan di antara gaya-gaya berpikir, gaya berpikir AK tergolong paling ekspresif, dan gaya berpikir SA tergolong paling tidak ekspresif.

Item Type: Monograph (Other)
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education
P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: Dr Burhan Eko Purwanto
Date Deposited: 16 Jan 2020 01:45
Last Modified: 16 Jan 2020 01:45
URI: http://repository.upstegal.ac.id/id/eprint/376

Available Versions of this Item

Actions (login required)

View Item View Item