ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA REKSADANA SYARIAH DENGAN MENGGUNAKAN MODEL SHARPE, TREYNOR DAN JENSEN (STUDI PADA REKSADANA SYARIAH JENIS SAHAM DI INDONESIA DAN MALAYSIA PERIODE 2017-2018)

Riyadi, Ragil Anwar (2019) ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA REKSADANA SYARIAH DENGAN MENGGUNAKAN MODEL SHARPE, TREYNOR DAN JENSEN (STUDI PADA REKSADANA SYARIAH JENIS SAHAM DI INDONESIA DAN MALAYSIA PERIODE 2017-2018). Skripsi thesis, UPS Tegal.

[img] Text
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA REKSADANA SYARIAH DENGAN MENGGUNAKAN MODEL SHARPE, TREYNOR DAN JENSEN.pdf

Download (1MB)

Abstract

ABSTRACT Ragil Anwar Riyadi. Analisis Perbandingan Kinerja Reksadana Syariah Dengan Menggunakan Model Sharpe, Treynor Dan Jensen (Studi Pada Reksadana Syariah Jenis Saham Di Indonesia Dan Malaysia Periode 2017-2018). Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk menganalisis perbedaan kinerja reksadana syariah dengan menggunakan model sharpe pada reksadana syariah jenis saham di Indonesia dan Malaysia Periode 2017-2018., 2) Untuk menganalisis perbedaan kinerja reksadana syariah dengan menggunakan model treynor pada reksadana syariah jenis saham di Indonesia dan Malaysia Periode 2017-2018. 3). Untuk menganalisis perbedaan kinerja reksadana syariah dengan menggunakan model jensen pada reksadana syariah jenis saham di Indonesia dan Malaysia Periode 2017-2018. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik Pengumpulan Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder. sedangkan teknik analisis data dan uji hipotesis yang digunakan statistik deskriptif, pengukuran kinerja, uji beda dua rata-rata. Berdasarkan hasil analisis uji beda dua rata-rata dengan menggunakan SPSS diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05 disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kinerja reksadana syariah dengan menggunakan model sharpe pada reksadana syariah jenis saham di Indonesia dan Malaysia Periode 2017-2018. Berdasarkan hasil analisis uji beda dua rata-rata dengan menggunakan SPSS diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,041 < 0,05 disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kinerja reksadana syariah dengan menggunakan model treynor pada reksadana syariah jenis saham di Indonesia dan Malaysia Periode 2017-2018. Berdasarkan hasil analisis uji beda dua rata-rata dengan menggunakan SPSS diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,049 < 0,05 disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kinerja reksadana syariah dengan menggunakan model jensen pada reksadana syariah jenis saham di Indonesia dan Malaysia Periode 2017-2018. Kata Kunci: Kinerja Reksa Dana Syariah di Indonesia, Kinerja Reksa Dana Syariah di Malaysia ABSTRAK Ragil Anwar Riyadi. Comparative Analysis of the Performance of Sharia Mutual Funds Using the Sharpe, Treynor and Jensen Models (Study on Sharia Mutual Funds in Indonesia and Malaysia in the 2017-2018 Period). The purpose of this study is 1) To analyze the differences in funds by using the Sharpe model on sharia and Malaysia for the 2017-2018 period., 2) To analyze the differences in unds using the treynor model on sharia and Malaysia for 2017-2018. 3). To analyze differences in funds by using the Jensen model on Islamic types of and Malaysia for the 2017-2018 period. In this research is descriptive research with a quantitative approach. Data collection techniques used in this study are secondary data. while the data analysis techniques and hypothesis testing are used descriptive statistics, performance measurement, average two difference test. Based on the results of the analysis of the average two different test using SPSS obtained 0.001 <0.05, are differences in funds using the sharpe model on sharia mutual fund types of shares in Indonesia and Malaysia for the 2017-2018 period. Based on the results of the analysis of the average two different test using SPSS obtained of 0.041 <0.05, it are differences in funds using the treynor model on sharia mutual fund types of shares in Indonesia and Malaysia for 2017-2018. Based on the results of the analysis of the average two different test using SPSS obtained 0.049 <0.05, are differences in using the jensen model on sharia mutual fund types of shares in Indonesia and Malaysia for the 2017-2018 period. Keywords: Performance of Sharia Mutual Funds in Indonesia, Sharia Mutual Fund Performance in Malaysia 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sejatinya besarnya populasi masyarakat muslim di Indonesia mampu mendongkrak pertumbuhan reksadana syariah karena potensi pasarnya yang cukup menjanjikan. Namum faktanya, pertumbuhan reksadana syariah di industri pasar modal Indonesia belum mampu menarik minat masyarakat untuk berinvestasi pada sektor reksadana. Dikutip dari Repulika.co.id, mencatat saat ini perkembangan industri investasi khususnya reksa dana syariah mengalami tren yang positif. Sumber : Otoritas Jasa Keuangan, Mei 2019 Gambar 1.1. Perkembangan Reksadana Syariah di Indonesia Gambar 1.1 menunjukkan bahwa setiap tahunya pertumbuhan yang signifikan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan pertumbuhan industri reksadana pada tahun ini meningkat cukup besar. reksadana tahun-tahun sebelumnya. Di lingkup ASEAN, Indonesia merupakan kiblat perekonomian, di mana lebih dari 50% PDB negara-negara yang tergabug di dalam ASEAN adalah PDB Indonesia. Namun, dari segi perkembangan instrumen keuangan dan pasar modal syariah, Indonesia termasuk negara yang tertinggal dalam segi pengalaman dan intensitas dari Malaysia. Pada bursa saham syariah Malaysia pun sudah terdaftar lebih dari 800 perusahaan dan 550 diantaranya berada pada papan atas, atau termasuk golongan saham yang lebih likuid. Malaysia ditunjang oleh keadaan politik yang menganut sistem kerajaan Islam, sehingga produk ekuitas dan obligasi berbasis syariah lah yang paling banyak didukung dan dikembangkan di negara ini. Malaysia juga lah yang pertama kali mendirikan Islamic Capital Market di ASEAN yang berawal dari instrumen syariah yang telah ada sejak tahun 1993, dan kemudian berlanjut ke pendirian Islamic Stockbroking Company, BIMB Securities Sdn Bhd. Sampai saat ini, Malaysia memiliki banyak kemajuan di bidang keuangan syariah dibanding dengan Indonesia. Menurut data dari Federation of Investment Managers Malaysia (FIMM) terdapat 228 tahun 2019, jumlah mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2016 dengan jumlah 201 reksadana syariah. Sedangkan di Indonesia menurut OJK (otoritas jasa keuangan) jumlah reksadana syariah per-januari 2019 sebesar 223, hal ini mengalami peningkatan signifikan dari tahun 2016 sebesar 136 reksadana syariah (https://money.kompas.com). Selain itu tercatat NAB (nilai aktiva bersih) Reksadana Syariah Malaysia sebesar 90.737 ringgit malaysia atau sebesar 31.527.815 rupiah, lebih rendah dari NAB reksa Reksadana Syariah Indonesia yang mencapai 37.300.970 rupiah. Sstatistik tersebut menunjukkan bahwa reksadana syariah Malaysia lebih unggul secara kuantitas dibanding reksadana syariah Indonesia, namun secara jumlah NAB (nilai aktiva tetap) reksadana syariah Malaysia kalah dengan NAB. Menurut Sharpe, kinerja reksadana di masa datang dapat diprediksi dengan menggunkan dua ukuran. Dalam prngukuran kinerja reksadana (mutual fund) Treynor menggunakan avarage ukur risiko. Beta menunjkkan return. Berbeda dengan Treynor’s Model dan Sharpe’s investasi reksadana sepancang excess return positif, menerima investasi reksadana apabila dapat menghasilkan return yang melebihi expexted. Return yang dimaksudkan adalah avarage return masa lalu, sedangkan expected return, yang dihitung dengan capital asset pricing model (CAPM).

Item Type: Karya Ilmiah (Skripsi)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Manajemen Perusahaan
Depositing User: Mr Ragil Anwar Riyadi
Date Deposited: 30 Jan 2020 01:00
Last Modified: 30 Jan 2020 01:00
URI: http://repository.upstegal.ac.id/id/eprint/506

Actions (login required)

View Item View Item