PROFESI DAN PERAN GURU DALAM PENDIDIKAN KARAKTER

Burhan Eko, Purwanto (2012) PROFESI DAN PERAN GURU DALAM PENDIDIKAN KARAKTER. In: Seminar Nasional "Human Capital and Golden Generation", kerjasama Program Studi Pendidikan PPs Universitas Negeri Medan dengan Universitas Pancasakti Tegal Jawa Tengah, 6 Agustus 2012, Aula Pascasarjana Universitas Negeri Medan. (Unpublished)

[img] Text
pdfjoiner (11).pdf

Download (538kB)

Abstract

Pendidikan karakter merupakan hal yang baru sekarang ini meskipun sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Penanaman nilai-nilai sebagai sebuah karakteristik seseorang sudah berlangsung sejak dahulu kala. Akan tetapi seiring dengan perubahan zaman, agaknya menuntut adanya penanaman kembali nilai-nilai tersebut ke dalam sebuah wadah kegiatan di setiap pembelajaran. Penanaman nilai-nilai tersebut dimasukkan ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran dengan maksud agar tercapai sebuah karakter yang selama ini semakin memudar. Dalam pelaksanaan pendidikan nilai di sekolah, sekolah perlu situasi pendidikan dan kegiatan-kegiatan yang terprogram yang membawa pendidikan nilai yang mengandung nilainilai luhur budaya bangsa. Sekolah harus menciptakan situasi yang memungkinkan bagi siswa untuk menyaksikan dengan mata kepala sendiri, mengetahui dengan pengertian yang benar, serta mengalami sendiri bagaimana nilai-nilai itu dihayati dan direalisasikan dalam kehidupan seharihari. Selain itu, faktor-faktor yang berpengaruh dalam pembinaan karakter juga harus menjadi perhatian kita. Faktor-faktor tersebut adalah guru, selebriti, pejabat birokrasi, tokoh masyarakat, teman sejawat, kedua orangtua, media cetak, media elektronik, dan sebagainya. Dalam kesempatan yang sangat terbatas ini tidak akan dibahas semaua faktor yang berpengaruh itu tetapi hanya akan dibatasi pada pembahasan faktor guru dalam kaitannya dengan pendidikan karakter. Sosok penting guru dalam pendidikan karakter tentu saja disebabkan oleh keberadaannya sebagai figur sentral dalam pendidikan. Guru adalah orang yang bertanggung jawab dalam proses belajar mengajar, memiliki ruang untuk dikondisikan dan diarahkan, yaitu ruang kelas tempat ia dan peserta didiknya berinteraksi. Meski sekarang ini muncul acuan-acuan pembelajaran yang harus diikuti untuk memandu proses pendidikan dan pengajaran, tampaknya wewenang dan otoritas guru di dalam kelas masihlah sangat besar. Keberadaan otoritas inilah yang selalu menjadi penentu arah perkembangan karakter peserta didik. Ketika otoritas digunakan dengan sebaik-baiknya untuk bertindak maksimal dalam membuat tindakan kelas yang kondusif bagi perkembangan kedewasaan dan kecerdasan peserta didik, itu akan membuat peran guru benar-benar maksimal. Akan tetapi, jika otoritas itu disalahgunakan, kadang akan terjadi tindakan yang tidak kondusif bagi perkembangan peserta didik, dan bahkan akan membuat citra guru terpuruk – apalagi jika tindakan menyimpang tersebut terekspos ke media massa dan terpublikasikan ke masyarakat, sosok guru tersebut tibatiba menjadi bangkrut di mata orang lain. Kejadian semacam itu akhir-akhir ini tak jarang kita lihat, saat keterbukaan informasi mulai terjadi. Masih belum hilang dalam ingatan kita, kasus yang terjadi di sebuah SD di Tandes Surabaya, misalnya, citra guru tercoreng oleh kasus ‘contek massal’ pada saat Ujian Nasional. 2 Dalam kasus ini, guru memaksa murid terpandainya untuk menyebarkan jawaban kepada temantemannya dalam Ujian Nasional. Dalam hal ini, seakan guru tak mau lagi jujur, guru lebih suka memanipulasi keadaan daripada mengikuti aturan dan parameter kebenaran. Kasus-kasus lainnya banyak kita jumpai dalam penyalahgunaan wewenang, misalnya yang sering terjadi adalah melakukan kekerasan pada peserta didik, juga tindakan pencabulan. Tindakan-tindakan menyimpang semacam itu sebenarnya sering terjadi sejak muncul pendidikan di negeri ini. Hanya saja pada zaman dulu penyimpangan-penyimpangan semacam itu tidak terpublikasi karena belum ada keterbukaan informasi seperti sekarang ini. Bahkan, sekarang ini juga masih ada penyimpangan-penyimpangan yang ditutup-tutupi dan akan disembunyikan dari media.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education
L Education > LC Special aspects of education
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: Dr Burhan Eko Purwanto
Date Deposited: 04 Feb 2020 04:18
Last Modified: 04 Feb 2020 04:18
URI: http://repository.upstegal.ac.id/id/eprint/520

Actions (login required)

View Item View Item