PENYELESAIAN SENGKETA HAK ASUH ANAK DI BAWAH UMUR SETELAH IBUNYA MENINGGAL DUNIA OLEH PENGADILAN AGAMA BREBES

NATALIA, RUTH YOSSI (2020) PENYELESAIAN SENGKETA HAK ASUH ANAK DI BAWAH UMUR SETELAH IBUNYA MENINGGAL DUNIA OLEH PENGADILAN AGAMA BREBES. Skripsi thesis, Universitas Pancasakti Tegal.

[img] Text
01. Ruth Yossi Natalia Skripsi.pdf

Download (898kB)

Abstract

ABSTRAK Ruth Yossi Natalia, Penyelesaian Sengketa Hak Asuh Anak Di Bawah Umur Setelah Ibunya Meninggal Dunia Oleh Pengadilan Agama Brebes. Skripsi. Tegal: Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Pancasakti Tegal. 2019. Hak asuh anak yang belum mumayyis atau belum berumur 12 tahun apabila terjadi perceraian diserahkan kepada ibunya, namun ada kalanya sengketa pemeliharaan anak yang masih di bawah umur setelah ibunya meninggal dunia. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan belum ada pasal yang menjelaskan tentang hak asuh anak setelah cerai atau ibunya meninggal dunia. Tujuan dari penelitian ini untuk: 1) Mendeskripsikan ketentuan hak asuh anak di bawah umur setelah ibunya meninggal dunia dalam perspektif hukum Islam, 2) Mengetahui penyelesaian sengketa hak asuh anak di bawah umur setelah ibunya meninggal dunia di Pengadilan Agama Brebes pada perkara Nomor: 4836/Pdt.G/2018/PA.Bbs. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Sumber data penelitian ini adalah data sekunder, yang meliputi: bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tertier. Metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dan dokumen. Analisis data penelitian menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian diperoleh suatu kesimpulan bahwa: 1) Ketentuan hak asuh anak di bawah umur setelah ibunya meninggal dunia dalam perspektif hukum Islam, menurut pendapat kebanyakan ulama terkait urut-urutan pemegang hak asuh anak (hadhanah), yaitu: Ibu, ibunya ibu dan seterusnya ke atas, karena mereka menduduki kedudukan ibu, kemudian baru ayah dan seterusnya. Hal ini diatur juga dalam Kompilasi Hukum Islam Pasal 156 KHI ayat (1). 2) Penyelesaian sengketa hak asuh anak di bawah umur setelah ibunya meninggal dunia di Pengadilan Agama Brebes pada perkara Nomor: 4836/Pdt.G/ 2018/PA.Bbs, majelis hakim sudah benar dalam mengabulkan gugatan Penggugat dengan menetapkan hasil perkawinan antara Penggugat dengan istri Penggugat (XXXX) yang bernama XXXX, lahir tanggal 17 Agustus 2009 di dalam pemeliharaan Penggugat. Oleh karena ibu-nya meninggal dunia, maka kedudukan urutan yang berhak mengasuh anak digantikan oleh wanita-wanita dalam lurus ke atas dari ibu, namun wanita-wanita dalam lurus ke atas dari ibu tidak ada, maka hak mengasuh anak otomatis digantikan oleh Penggugat sebagai ayah kandungnya. Keputusan tersebut sejalan dengan pendapat kebanyakan ulama terkait urut-urutan pemegang hak asuh anak (hadhanah) dan ketentuan Pasal 156 huruf (a). Kata Kunci: Hak Asuh Anak, Anak Di Bawah Umur, dan Ibu Meninggal. ================================================================================================================== ABSTRACT Ruth Yossi Natalia, Settlement of Custody of Underage Children after Her Mother Died by the Brebes Religious Court. Skripsi. Tegal: Legal Studies Program, Faculty of Law, Pancasakti Tegal University. 2019. Custody of children who have not been mumayyis or are not yet 12 years old in the event of a divorce is handed over to their mother, but there are times when child care disputes are still underage after their mother dies. Law Number 1 Year 1974 concerning Marriage, there is no article that explains about custody of children after divorce or the mother dies. The purpose of this study is to: 1) Describe the provisions of custody of minors after their mothers die in the perspective of Islamic law, 2) Know the resolution of disputes for custody of minors after their mothers die in the Brebes Religious Court in Case No. 4836/Pdt.G/2018/PA.Bbs. This type of research is normative legal research. The source of this research data is secondary data, which includes: primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials. Methods of collecting data using library and document studies. Analysis of research data using qualitative descriptive analysis. The results of the study obtained a conclusion that: 1) Provisions for custody of minors after their mothers die in the perspective of Islamic law, in the opinion of most related scholars the sequence of holders of child custody (hadhanah), namely: Mother, mother and so on to above, because they occupy the position of mother, then new father and so on. This is also regulated in the Compilation of Islamic Law Article 156 KHI paragraph (1). 2) Settlement of custody of minors after his mother dies in the Brebes Religious Court in case Number: 4836 / Pdt.G / 2018 / PA.Bbs, the panel of judges is correct in granting the Plaintiff's claim by establishing the marriage between the Plaintiff and his wife The Plaintiff (XXXX) named XXXX, was born on August 17, 2009 in the maintenance of the Plaintiff. Because his mother passed away, the position of the right to take care of the child was replaced by women in straight up from the mother, but women in straight up from the mother did not exist, then the right to take care of the child was automatically replaced by the Plaintiff as father his birth. This decision is in line with the opinion of most scholars related to the sequence of holders of child custody (hadhanah) and the provisions of Article 156 letter (a). Keywords: Child Custody, Underage Children, and Mother Died.

Item Type: Karya Ilmiah (Skripsi)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Ruth Yossie Natalia
Date Deposited: 14 Feb 2020 01:49
Last Modified: 14 Feb 2020 01:49
URI: http://repository.upstegal.ac.id/id/eprint/972

Actions (login required)

View Item View Item